Inilah Mobil Seharga Rp 105 Miliar !!!!
Impiannya untuk memiliki mobil idamannya sejak masih
duduk di bangku sekolah, berhasil diwujudkannya
Berawal dari tidak adanya kesepakatan
antara Enzo Ferrari dan Henry Ford bergabung untuk menghadirkan mobil balap
terbaik, membuat Henry terpacu untuk memproduksi sebuah mobil balap sendiri agar
dapat menandingi keperkasaan Ferrari di arena ajang balap. Dan lewat tangan Roy
Lunn, Insinyur Ford Motor Company, tercipta mobil sport klasik GT40 yang
mengadopsi mesin 289 Ford V8 yang dikawinkan dengan Coletti transaxle.
Ambisi Ford
untuk mengalahkan Ferrari dalam arena balap berhasil dibuktikannya, dalam laga
balap legendaries Le Mans, GT40 mampu mempecundangi beberapa Ferrari di arena
balap tersebut serlam 4 tahun berturut-turut pada tahun 1960-an. Bahkan karena
keperkasaannya di arena balap tidak tertandingi, GT40 pernah digunakan dalam
film layar lebar, Le Mans pada tahun 1970-an yang menceritakan tentang balap
legendaristersebut.
Tak sampai
disitu saja, mobil-mobil yang pernah berlaga di balapan legendaris Le Mans era
1950-1960-an memang diincar para kolektor mobil klasik di seluruh dunia. Salah
satunya adalah GT40 yang memang dirancang
untuk arena balap bukan untuk diperjual belikan. Dan
salah satunya adalah kolektor dari Indonesia yang berhasil mendatangkan GT40
dari tangan kolektor Amerika dengan bandrol lebih dari Rp 100 miliar.
Menurut Haji
Dadang, pemilik GT40 , pada Tahun 2008
seluruh kolektor mobil klasik di seluruh dunia melakukan pencarian, tetapi
tidak ada yang menemukan GT40, karena memang sudah tidak ada lagi, Kemudian,
dibuatlah GT40 cetakan kedua, yang sama persis dengan cetakan pertama, dan saat
itulah Haji Dadang berhasil mewujudkan impiannya sejak kecil untuk memiliki mobil
balap klasik GT40.
“Sejak masih
duduk di bangku sekolah dasar, saya kagum sekali dengan tampilan GT40. Selain
dirancang sebagai mobil balap, desainnya pun berbeda dengan mobil balap
lainnya. Dan saat saya tahu GT40 berada di
Amerika, saya langsung berangkat kesana bertemu dengan pemiliknya untuk
mendatangkan mobil dengan mesin 7000 cc ini ke Indonesia. Meskipun diproduksi
di Amerika, namun kemudi GT40 dirancang sebelah kanan, begitu juga transmisi
manual 6 percepatan diletakan di sebelah kanan disamping kursi pengemudi,”
tukas H. Dadang..
Perjalanan
panjang yang harus ditempuh GT40 dari Amerika menuju Jakarta, kurang lebih
selama dua bulan, Agar pengiriman menjadi lebih mudah, H. Dadang meminta
bantuan temannya yang menjadi satu-satunya pemegang license untuk mendatangkan
mobil yang dirakit ulang tersebut. Dan sebelum berlabuh di Jakarta, GT40 harus
mampir terlebih dahulu di Singapura, karena peraturan yang tidak mengijinkan
pengiriman barang dari Amerika langsung ke Indonesia.
GT40
dilengkapi dengan mesin Roush berkapasitas 7000
cc dan mampu menyemburkan tenaga hingga 550 hp dan mampu melesat jarak 0 – 100
km hanya dalam waktu kurang dari 4 detik. Atau sama dengan kecepatan yang
mencapai 330 km / jam.
Saat GT40
tiba di Jakarta, Haji Dadang menitipkannya pada temannya yang importir tersebut
selama setahun sebelum dikandangkan di kediamannya. Haji Dadang yang memang
gemar memodifikasi setiap kendaraannya, merasa puas dengan spesifikasi yang
sudah tertanam dalam tubuh GT40. Karena semuanya sudah persis sama dengan
cetakan pertama, hanya saja pada cetakan kedua ini sudah dilengkapi dengan ac.
Spesifikasi
Mobil Ford GT40 Tahun 1968 Pemilik Haji Dadang
Mesin Roush 289 Ford V8, ZF style 5-speed
transaxle, Supercharged and
intercooled DOHC 32-valve V-8, aluminum block and heads, Ford EEC-V
engine-control system with port fuel injection, MSD Ignition control, WIX
filter racing, coil, air filter Kaki-kaki velg 9,75 – 15 depan dan belakang 12,8 – 15,
ban Michelin 250 / 60-15 depan dan
belakang 325 / 60-15 , Vented disc, single caliper, Independent with unequal
length A-arms, coil springs, tube shocks, anti-roll bar Special
Thanks to Veory Power




Komentar
Posting Komentar